1.1.15

Cepatnya Pencarian Air Asia QZ8501

Merdeka.com - Penemuan pesawat Air Asia penerbangan QZ8501 menjadi salah satu penemuan paling tercepat dalam sebuah kecelakaan yang terjadi di lautan. Hanya dalam tempo tiga hari, pesawat berpenumpang 155 orang ini ditemukan.

Pesawat ini dilaporkan hilang pada Minggu (30/12) lalu, ketika sedang melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Singapura. Pesawat dinyatakan hilang tepat pukul 07.08 WIB setelah sempat hilang dari pantauan radar pada 06.16 WIB.

Pencarian ini tak hanya dilakukan tim SAR Indonesia, tapi juga melibatkan militer dari sejumlah negara, seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Australia hingga Amerika Serikat. Penemuan juga tak lepas dari laporan sejumlah warga yang mengaku melihat pesawat terbang rendah, hingga mendengar suara ledakan.

Tak hanya itu, Mabes Polri juga mengklaim penemuan lokasi jatuhnya pesawat berkat pelacakan sinyal penumpang pesawat. Dari 155 penumpang, diketahui masih ada sejumlah penumpang yang lupa mematikan sinyal ponselnya.

Berikut cerita tentang penemuan pesawat yang hilang di Indonesia:

1. Adam Air penerbangan 574 (2007)

Pesawat Adam Air penerbangan 574 yang melayani jurusan Jakarta-Surabaya-Manado. Pesawat jenis Boeing 737-400 ini hilang dalam penerbangan setelah transit di Surabaya pada 1 Januari 2007.

Pesawat ini membawa 96 orang penumpang yang terdiri dari 85 dewasa, 7 anak-anak dan 4 bayi. Dipiloti Kapten Refri Agustian Widodo dan co-pilot Yoga Susanto serta membawa 3 warga Amerika Serikat.

Pencarian segera dilakukan, TNI menerjunkan KRI Fatahillah, pesawat Boeing 737-200 dan GAF NOMAD, beberapa helikopter, serta kapal dan pesawat militer, seluruh perlengkapan tersebut dilengkapi sistem sonar guna memudahkan penemuan pesawat nahas tersebut.

Agar memudahkan pencarian, Indonesia meminta bantuan kepada Amerika Serikat agar menerjunkan kapal canggih mereka, yakni USNS Mary Sears. Kanada ikut serta dalam tim dengan mengirimkan tim pemetaan.

Berkat bantuan USNS Mary Sears, kotak hitam berhasil ditemukan, tapi tidak dengan pesawat dan seluruh isinya. Sejumlah barang pribadi milik penumpang pun ditemukan mengambang di pantai Majene, Sulawesi Selatan.

Bangkai pesawat baru ditemukan empat tahun berikutnya, yakni pada 7 Mei 2011 di perairan Siompu, Buton, Sulawesi Tenggara.


2. Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100)

Pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia dengan nomor pendaftaran 97004, msn 95004 mengalami kecelakaan ketika melakukan uji terbang di Indonesia. Pesawat ini menabrak Gunung Salak, Bogor dan menewaskan 45 orang termasuk delapan awaknya yang berasal dari Rusia.

Proses pencarian dilakukan tidak lama setelah ATC kehilangan kontak pesawat pada 9 Mei 2012 lalu. Sebelum hilang, Pilot Alexander Yablonstev, yang belakangan diketahui baru pertama kali menerbangkan pesawat di Indonesia meminta izin untuk menurunkan ketinggian dari 3.000 ke 1.800 meter.

Otoritas Pemandu Lalu Lintas Udara memberi izin, namun permintaan tersebut menjadi kontak terakhir. Pencarian pun segera dilakukan, apalagi lokasi hilangnya pesawat sudah diketahui, meski posisi pastinya belum dipastikan.

Selang sehari berikutnya, tepat pukul 09.00 WIB, serpihan Sukhoi ditemukan di pada ketinggian 1.500 meter. Laporan awal menunjukkan pesawat ini menabrak tepi tebing di ketinggian 1.900 meter, meluncur menuruni lereng dan berhenti di ketinggian 1.600 meter.

Sayang, lokasi kecelakaan itu tidak dapat diakses oleh udara dan belum terjangkau oleh tim penyelamat pada malam hari pada tanggal 10 Mei. Tim SAR tetap berusaha mencapai reruntuhan dengan berjalan kaki.


3. Air Asia QZ8501

Pesawat Air Asia penerbangan QZ8501 hilang kontak saat melintas di atas perairan Selat Karimata. Pesawat dengan muatan 155 penumpang itu diperkirakan jatuh di perairan Tanjung Pandan dan Pontianak.

Pesawat dengan jurusan Surabaya-Singapura itu hilang saat meminta Air Traffic Control di Jakarta untuk naik ke ketinggian 38.000 kaki, dari sebelumnya 36.000 kaki. Permintaan tersebut disetujui ATC.

Hanya berselang enam menit, pesawat hilang di radar setelah sebelumnya pihak ATC hanya kehilangan kontak radio. Tepat pukul 07.08 WIB, pesawat dinyatakan INCERFA, yakni tahap awal hilangnya kontak. Dirjen Perhubungan langsung melakukan kontak ke Basarnas.

Proses pencarian baru dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB dengan melibatkan seluruh armada milik TNI AL dan AU. Malaysia dan Singapura langsung menawarkan bantuan, disusul Korea Selatan, Jepang, Australia, hingga Amerika Serikat.

Pesawat Air Asia berpenumpang 155 orang dan 7 awaknya ini baru ditemukan tiga hari setelahnya. Tim SAR menemukan sejumlah petunjuk, mulai dari serpihan badan pesawat hingga jenazah.



0 comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar sesuai dengan topik bahasan dan tidak melanggar unsur-unsur yang merugikan dan menghina. Komentar yang sifatnya spam akan dihapus.
Terimakasih sudah berkunjung dan memberikan komentar di blog Kawan Bicara.