5.1.15

Sungai Cimarga Meluap, Puluhan Rumah Terrendam Banjir

Merdeka.com - Puluhan rumah di Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terendam banjir setinggi 1,5 meter, Senin (5/1). Banjir terjadi karena curah hujan di daerah itu relatif tinggi.

"Semua warga yang rumahnya terendam banjir itu mengungsi ke tempat yang lebih aman," kata Camat Cimarga Ade Sutiana di Lebak seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan banjir yang merendam puluhan rumah warga tersebut terjadi dinihari dan hingga kini air belum surut karena hujan masih berlangsung. Hujan kapasitas ringan dan sedang melanda daerah itu, sejak siang, sore, hingga malam hari.

Pihaknya meminta warga yang tinggal di daerah bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana alam tersebut. "Kami minta masyarakat tetap mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kemungkinan banjir menimpa permukiman lain," katanya.

Dia menjelaskan rumah warga yang terendam banjir itu, di Desa Inten Jaya, tercatat 72 unit dengan jumlah 386 jiwa. Banjir akibat meluapnya air Sungai Cimarga setelah diguyur hujan seharian.

Saat ini, kondisi banjir belum surut karena hujan berlangsung dengan intensitas ringan dan sedang. "Kami menginstruksikan seluruh warga yang tinggal di daerah rawan banjir agar waspada untuk menghindari korban jiwa," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan pihaknya memberlakukan Siaga I banjir dan longsor sebab ketinggian permukaan Sungai Ciberang-Ciujung mencapai di atas 400 sentimeter dengan debit 567 meter kubik per detik. "Kami terus mengoptimalkan koordinasi dengan SKPD, Polri, TNI, relawan, camat, desa/kelurahan, dan PMI guna mengantisipasi risiko kebencanaan," katanya.

Ia menyebutkan saat ini wilayah Kabupaten Lebak masuk peta rawan banjir dan longsor karena lokasinya berada di daerah aliran sungai, perbukitan, dan pegunungan.

Daerah bencana alam itu tersebar di 15 kecamatan, antara lain Rangkasbitung, Kalanganyar, Cibadak, Cimarga, Cileles, Malingping, Wanasalam, Pangarangan, Bayah, Sobang, Cigemblong, Banjarsari, Muncang, Cilograng, dan Gunungkencana. "Kami berharap warga yang tinggal di daerah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan tinggi," katanya.



0 comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar sesuai dengan topik bahasan dan tidak melanggar unsur-unsur yang merugikan dan menghina. Komentar yang sifatnya spam akan dihapus.
Terimakasih sudah berkunjung dan memberikan komentar di blog Kawan Bicara.