4.1.15

Pesan Terakhir Teknisi Air Asia QZ8501

TEMPO.CO - Syaiful Rahmat, 38 tahun, salah satu teknisi pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak sejak Ahad pagi, 28 Desember 2014 sempat menulis status di Blackberry messengernya.

Menurut Lia, kakak Syaiful, menjelaskan, sebelum terbang dengan AirAsia QZ8501 adiknya membuat status di BBM: "Wahai anak adam, bertobatlah sebelum terlambat. Kerjakan amal dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah."

Syaiful, ujar Lia, seorang agamais, baik hati dan ramah dengan semua orang, termasuk enam kakaknya. "Dia memang bukan ustad, tapi dia agamais," kata Lia kepada Tempo di halaman Posko crisis center Terminal 2 Bandara internasional Juanda, Surabaya pada Rabu, 31 Desember 2014.

Status semacam itu, menurut Lia, sering ditulis adiknya dalam akun BBM atau akun Facebook-nya. Sehingga dia tidak mempunyai firasat apapun ketika terjadi kecelakaan AirAsia QZ8501. Selain itu, adiknya memang rajin sholat dan selalu perhatian kepada kakak-kakaknya, sehingga disenangi banyak orang. "Enggak tahu saya kok enggak ada firasat apapun," kata dia.

Saat masih kecil, sosok Syaiful adalah sosok anak yang manja karena termasuk anak paling bungsu dari enam bersaudara. Ia menikah dengan Yeni. Dari pernikahannya itu mereka memiliki tiga anak, yaitu Najwa, Zizu dan Arkhan. Mereka tinggal di daerah Sidoarjo.

Lia mengatakan keluarga besar Syaiful masih yakin bahwa sosok yang peramah itu akan selamat dari musibah AirAsia QZ8501 yang jatuh di sekitar Selat Karimata, Kalimantan Tengah, meskipun sudah ada beberapa korban yang ditemukan dalam keadaan meniggal. "Kami masih yakin kalau adik masih selamat," kata Lia sambil mengusap air matanya.

Ia berharap pemerintah terutama bagi tim pencari AirAsia QZ8501 untuk cepat mengevakuasi semua penumpang dan kru untuk dibawa ke Surabaya. Dengan begitu para keluarga yang menunggu bisa tahu siapa saja yang selamat atau sudah meninggal dunia.



0 comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar sesuai dengan topik bahasan dan tidak melanggar unsur-unsur yang merugikan dan menghina. Komentar yang sifatnya spam akan dihapus.
Terimakasih sudah berkunjung dan memberikan komentar di blog Kawan Bicara.